Pelangi99, Jakarta Semakin maraknya smartphone Android yang ada di pasaran saat ini jelas menjadi salah satu keuntungan bagi konsumen di Tanah Air.
Sebab, konsumen jelas akan mendapat lebih banyak pilihan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Namun, di sisi lain, tak jarang momen ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuat replika smartphone Android berlabel merek global, terutama dari vendor-vendor besar yang populer di pasara
Untuk mengakalinya, tak jarang smartphone tersebut dibanderol dengan harga yang sangat murah.
Akan tetapi, kemampuan yang diusung jelas berbeda dengan smartphone asli. Oleh karena itu, untuk membantu Anda para calon pembeli smartphone Android baru, berikut Pelangi99 berikan beberapa tips membedakan smartphone Android asli atau palsu.
1. Mengecek langsung bentuk fisik
Bentuk fisik smartphone Android palsu memang bisa sangat identik dengan aslinya.
Namun, tetap saja akan ada perbedaan antara smartphone asli atau palsu. Untuk itu, sebelum membeli disarankan untuk mengecek informasi singkat tentang smartphone yang akan dibeli.
Dari situ, paling tidak kamu dapat mengetahui bentuk fisik dan material yang digunakan. Jadi, ketika membeli sebuah smartphone, kamu patut curiga ketika ada bagian yang terlihat berbeda.
2. Pastikan nomor IMEI
Setiap smartphone dipastikan memiliki nomor IMEI-nya masing-masing. Untuk itu, ketika membeli sebuah smartphone, tak ada salahnya untuk terlebih dulu mengecek nomor IMEI dengan menekan tombol *#06#. Dari situ, nomor IMEI smartphone akan keluar.
Jika sudah muncul nomor IMEI dapat dicocokkan dengan nomor yang tertera di kotak penjualan.
Dan, jika masih belum yakin, nomor IMEI dapat dicek langsung di situs imei.info. Di situs itu nantinya dapat dimunculkan informasi lebih tentang smartphone yang dimaksud.
3. Gunakan aplikasi pihak ketiga
Untuk memastikan sebauah smartphone Android asli atau palsu, kamu juga bisa menggunakan aplikasi gratis yang tersedia di Google Play Store.A
da beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk mengetahui informasi pasti tentang smartphone tersebut. Beberapa di antaranya adalah AnTuTu Benchmark atau CPU-Z
.
AnTuTu biasanya digunakan untuk menguji benchmark sebuah smartphone. Dalam hasil pengujian biasanya akan disertakan data dan juga performa smartphone.
Oleh karena itu, setelah hasil pengujian diperoleh, dapat juga dibandingkan dengan ulasan terkait smartphone itu dari sumber lain, misalnya di internet
.
Jika ternyata hasil pengujian berbeda jauh dengan ulasan yang ada, tak ada salahnya untuk curiga bahwa smartphone tersebut tidak asli.
Sementara, aplikasi CPU-z digunakan untuk mengetahui informasi dan spesifikasi seputar smartphone tersebut.
Kamu juga dapat membandingkannya dengan informasi dari laman resmi vendor atau situs internet yang pernah mengulasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1368834/original/020007500_1476006698-Ilustrasi__smartphone_Android.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1546517/original/037896400_1490348182-menyadap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1607100/original/094880400_1495974148-Android_Port_USB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1809861/original/095205600_1513923302-Wkworld-S9.jpg)
Comments
Post a Comment